Leony Bedah

Leony Bedah Anggaran Tangsel: Dinas Rp117 M, Rapat Rp60 M

Leony Bedah Anggaran Tangsel dan Soroti Laporan Keuangan 2024

articlewarriors.com –   Leony Bedah kembali mencuri perhatian publik dengan unggahannya di media sosial. Kali ini, ia mengkritisi laporan keuangan Pemerintah Kota Tangerang Selatan tahun 2024 yang dinilai tidak tepat sasaran. Leony menegaskan bahwa data yang ia bagikan merupakan informasi publik yang dapat diakses masyarakat melalui situs resmi pemerintah daerah. Ia bahkan menyebut laporan tersebut mencapai 520 halaman dan hanya menampilkan poin penting agar lebih mudah dipahami warganet.

“Baca juga: Euro 2024 Dilanda Isu Skandal Pengaturan Skor, Ini Kronologinya” [2]

Anggaran Perjalanan Dinas, ATK, dan Konsumsi Rapat Jadi Sorotan

Dalam unggahannya, Leony menyoroti lima anggaran utama yang dianggap janggal. Pertama, perjalanan dinas pegawai Tangsel yang mencapai Rp117 miliar dalam setahun. Kedua, anggaran alat tulis kantor sebesar Rp38 miliar, termasuk pembelian kertas dan cover hingga Rp6 miliar. “Mohon maaf, itu beli ATK atau pabriknya?” sindir Leony. Ketiga, pembelian suvenir Rp20 miliar, konsumsi rapat Rp60 miliar, serta belanja penambah daya tahan tubuh Rp215 juta. Ia juga menyinggung anggaran beban jasa operasional kantor yang mencapai Rp750 miliar, jauh lebih besar dibanding pemeliharaan jalan, jaringan, dan irigasi yang hanya Rp731 juta.

Minimnya Leony Bedah Anggaran Bansos di Tengah Angka Kemiskinan

Sorotan paling tajam diberikan Leony pada dana bantuan sosial (bansos) yang hanya Rp136 juta pada 2024. Padahal, angka kemiskinan di Tangsel mencapai 2,36 persen atau sekitar 43.330 jiwa. Jika dihitung, dana itu hanya setara Rp3.148 per orang dalam setahun. Ia menekankan pentingnya prioritas anggaran yang lebih berpihak pada kebutuhan masyarakat. Kritik ini memicu diskusi luas di ruang publik mengenai transparansi dan efektivitas pengelolaan APBD. Ke depan, warganet berharap pemerintah daerah memberikan klarifikasi sekaligus melakukan evaluasi menyeluruh agar penggunaan anggaran lebih adil dan tepat sasaran.

Warganet Kritik Anggaran Tangsel Usai Unggahan Leony Vitria

Unggahan Leony Vitria tentang anggaran Kota Tangerang Selatan memicu diskusi luas di media sosial. Banyak warganet menyoroti ketidakseimbangan antara belanja rutin dan kebutuhan dasar masyarakat.

Seorang pengguna dengan akun @aco**** menilai infrastruktur di tujuh kecamatan Tangsel banyak dikelola swasta. Perumahan, sekolah, mall, rumah sakit, dan pasar modern tidak sepenuhnya ditanggung pemerintah daerah. Dengan hanya mengurus 20 persen wilayah, warganet menilai Pemkot seharusnya bisa mengalokasikan dana lebih efektif.

Kritik tajam juga muncul dari akun @utiha**** yang menyoroti perbandingan anggaran. ATK Rp38 miliar, suvenir Rp20 miliar, dan perjalanan dinas Rp117 miliar, sedangkan farmasi dan alat kesehatan hanya Rp709 juta. Menurutnya, kebutuhan medis seharusnya lebih penting daripada pengadaan ATK di kantor pemerintahan.

Komentar serupa datang dari akun @desy*** yang menyoroti konsumsi rapat sebesar Rp60 miliar. Ia menyebut belanja seperti itu mencerminkan penyalahgunaan anggaran yang bisa merugikan rakyat dalam jangka panjang.

Akun @rochm**** juga menambahkan kritiknya dengan menyebutkan pendapatan Tangsel mencapai Rp5 triliun per tahun. Namun, alokasi untuk pemeliharaan jalan dan fasilitas publik hanya Rp731 juta, jauh lebih kecil dibanding kebutuhan ATK.

Diskusi warganet menunjukkan keresahan masyarakat terhadap transparansi dan efektivitas penggunaan APBD. Jika kritik ini terus bergulir, Pemkot Tangsel kemungkinan harus merespons dengan penjelasan lebih rinci. Transparansi anggaran yang lebih kuat dapat meningkatkan kepercayaan publik sekaligus memastikan dana digunakan sesuai prioritas masyarakat.

“Simak juga: Mengoptimalkan Kesehatan Ibu Hamil Melalui Olahraga Panduan dan Perhatian yang Perlu Diperhatikan“ [4]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *