KKB Papua Bunuh Ibu Guru di Yahukimo Saat Kegiatan Belajar Luar Kelas
articlewarriors.com – Seorang ibu guru bernama Melani Wamea (31) tewas dibunuh oleh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan.
Tiga guru lainnya berhasil selamat, namun mengalami trauma berat akibat penyerangan tersebut. Insiden ini menambah panjang daftar kekerasan terhadap tenaga pendidik di wilayah pedalaman Papua yang kerap menjadi sasaran serangan bersenjata.
“Baca juga:Michael Jackson: Penyanyi dengan Misi Kemanusiaan” [2]
Kronologi Penyerangan di Kampung Holuwon KKB Papua Bunuh Ibu Guru
Berdasarkan keterangan saksi, kegiatan belajar di alam itu awalnya berlangsung normal. Rombongan guru dan murid berjalan menuju lokasi penanaman pohon yang berjarak sekitar 30 menit dari sekolah Jhon D. Wilson Holuwon Yahukimo.
Salah satu guru turun untuk memeriksa, namun mendengar teriakan minta tolong dari arah bawah bukit. Saat mendekat, saksi menemukan Melani Wamea dalam kondisi kritis dengan luka tusukan di tubuhnya. Korban sempat mendapat pertolongan pertama dan dievakuasi menggunakan pesawat MAF ke Wamena, kemudian ke Jayapura. Sekitar pukul 16.20 WIT, korban tiba di RS Bhayangkara Jayapura, namun dinyatakan meninggal dunia.
Polisi Selidiki Motif dan Kejar Pelaku
Kapolres Yahukimo AKBP Zet Saalino menyampaikan belasungkawa mendalam atas gugurnya tenaga pendidik yang sedang mengabdi di wilayah terpencil. Ia menegaskan bahwa tindakan tersebut merupakan perbuatan keji yang tidak dapat dibenarkan dengan alasan apa pun.
“Kami sudah menurunkan tim untuk menyelidiki dan mengejar sekelompok orang tak dikenal yang diduga sebagai pelaku,” ujar AKBP Zet Saalino.
Pihak kepolisian kini memperkuat pengamanan di sekitar Distrik Holuwon guna mencegah serangan lanjutan. Kementerian Pendidikan juga diminta memperhatikan keselamatan tenaga pengajar di daerah rawan konflik.
Polisi Papua Tegaskan Akan Buru Pelaku Penyerangan Guru di Yahukimo
Ia menegaskan, Polri tidak akan tinggal diam dan berkomitmen mengejar para pelaku yang bertanggung jawab atas serangan tersebut.Cahyo menambahkan, masyarakat diminta tetap tenang dan tidak terprovokasi oleh tindakan brutal tersebut..
Serangan terhadap tenaga pendidik bukan kali pertama terjadi di Papua. Kondisi ini menunjukkan bahwa situasi keamanan di sejumlah distrik pedalaman Papua masih rawan.
Polda Papua memastikan akan terus memperkuat patroli dan meningkatkan koordinasi dengan aparat TNI, pemerintah daerah, serta tokoh masyarakat guna menjamin keselamatan warga sipil, khususnya para tenaga pendidik yang berperan penting dalam meningkatkan kualitas pendidikan di wilayah pegunungan Papua.
“Simak juga:Badai Krisis di Dunia Tekstil: Suara Kemnaker Terbuka” [4]




Leave a Reply