articlewarriors.com – Malut United memperpanjang rekor impresif di BRI Super League 2025/2026 setelah mengalahkan PSM Makassar dengan skor 1-0. Kemenangan itu terjadi pada pekan ke-14 di Stadion BJ Habibie, Parepare, Minggu. Hasil ini memastikan Malut tidak terkalahkan dalam sembilan pertandingan beruntun. Satu-satunya gol dicetak David da Silva pada awal laga. Gol tersebut menjadi penentu kemenangan sekaligus menjaga persaingan Malut di papan atas klasemen.
Kemenangan ini terasa penting karena diraih di kandang lawan. PSM datang dengan kepercayaan diri tinggi setelah enam laga tanpa kekalahan. Namun, Malut tampil disiplin dan efektif sepanjang pertandingan. Mereka mampu memanfaatkan peluang awal dan bertahan solid hingga peluit akhir.
Baca juga: “Umay Shahab Bicara Soal Kemudahan Tonton Film lewat Streaming”
Gol Cepat David da Silva Jadi Pembeda
Pertandingan baru berjalan satu menit saat PSM menciptakan peluang pertama. Yuran Fernandes melepaskan tembakan kaki kiri dari luar kotak penalti. Bola masih dapat diamankan kiper Malut, Alan, tanpa kesulitan berarti.
Beberapa menit berselang, Malut justru mampu membuka keunggulan. Serangan bermula dari tendangan jauh kiper Alan menuju area pertahanan PSM. Yuran gagal mengantisipasi bola dengan sempurna. Bola kemudian jatuh ke kaki pemain Malut dan segera diarahkan kepada David da Silva.
David berdiri bebas tanpa pengawalan ketat. Ia melihat posisi kiper PSM, Hilman Syah, yang keluar dari sarangnya. Dengan ketenangan tinggi, David melepaskan tendangan chip. Bola melambung melewati Hilman dan bersarang di gawang. Skor berubah menjadi 1-0 untuk Malut.
Gol tersebut merupakan gol keempat David bersama Malut United musim ini. Striker asal Brasil itu menunjukkan naluri tajamnya di depan gawang. Kontribusinya menjadi faktor kunci dalam konsistensi performa Malut.
PSM Berusaha Bangkit, Malut Tetap Mengancam
PSM mencoba merespons cepat setelah kebobolan. Yuran Fernandes kembali mendapat peluang pada menit keenam. Sundulannya hasil situasi bola mati masih melambung di atas mistar gawang.
Malut tidak memilih bertahan total setelah unggul. Mereka tetap menekan melalui permainan sayap cepat. Ciro Alves menjadi motor serangan utama. Pada menit ke-24, Ciro melewati beberapa pemain dan melepaskan tembakan berbahaya. Hilman Syah harus bekerja keras mengamankan gawangnya.
Menjelang akhir babak pertama, Ciro kembali merepotkan pertahanan PSM. Pada menit ke-45+3, ia melakukan solo run dan menembak dari dalam kotak penalti. Hilman kembali tampil sigap dan menepis bola. Babak pertama berakhir dengan keunggulan Malut.
Dominasi Malut Berlanjut di Babak Kedua
Memasuki babak kedua, Malut tetap mengontrol jalannya pertandingan. Ciro Alves kembali menjadi ancaman konstan. Ia beberapa kali memenangi duel satu lawan satu. Salah satu aksinya menghasilkan umpan matang kepada David da Silva. Tendangan keras David masih dapat diblok Hilman Syah.
Pelatih PSM, Tomas Trucha, melakukan perubahan pada menit ke-62. Ia memasukkan Rizky Eka Pratama menggantikan Jacques Thempopole. Pergantian ini memberi energi baru pada lini serang PSM.
Rizky Eka langsung menciptakan peluang pada menit ke-65. Tendangan plesingnya dari luar kotak penalti belum menemui sasaran. Empat menit kemudian, ia kembali berperan. Umpan cut back diarahkan kepada Fahrul Aditia. Sayangnya, sepakan Fahrul masih melambung tinggi.
Upaya Akhir PSM Gagal Berbuah Gol
PSM terus menekan pada sisa waktu pertandingan. Pada menit ke-81, Daisuke Sakai mendapat ruang di kotak penalti Malut. Ia melepaskan tembakan kaki kiri setelah satu sentuhan. Tendangan tersebut terlalu lemah dan mudah ditangkap Alan.
Di menit-menit akhir, PSM meningkatkan intensitas serangan. Bola lebih sering berada di area pertahanan Malut. Namun, organisasi pertahanan Malut tampil disiplin. Tidak ada peluang bersih yang mampu dimaksimalkan PSM.
Hingga wasit meniup peluit panjang, skor tidak berubah. Malut United menang 1-0 dan membawa pulang tiga poin penting dari Parepare.
Posisi Klasemen dan Tantangan Berikutnya
Kemenangan ini memperpanjang catatan tak terkalahkan Malut menjadi sembilan pertandingan. Tujuh laga di antaranya berakhir dengan kemenangan. Malut kini mengoleksi 28 poin dan bertahan di persaingan empat besar. Mereka unggul sembilan poin atas PSM yang berada di peringkat ketujuh dengan 19 poin.
Bagi PSM Makassar, hasil ini menghentikan tren positif enam laga tanpa kekalahan. Kekalahan di kandang menjadi evaluasi penting bagi tim Juku Eja. Mereka perlu segera bangkit untuk menjaga peluang di papan atas.
Pada laga berikutnya, Malut akan menghadapi ujian berat. Mereka dijadwalkan menjamu pemuncak klasemen sementara, Borneo FC, di Stadion Kie Raha. Pertandingan tersebut akan digelar pada Minggu, 28 Desember.
Sementara itu, PSM akan menjalani laga tandang ke Stadion Gelora Bandung Lautan Api. Mereka akan menghadapi Persib Bandung sehari sebelumnya. Kedua laga tersebut diprediksi menjadi penentu arah persaingan menuju paruh kedua musim.
Secara keseluruhan, kemenangan di Parepare menegaskan kedewasaan permainan Malut United. Efektivitas, disiplin, dan kontribusi David da Silva menjadi fondasi penting. Jika konsistensi terjaga, Malut berpeluang menjadi penantang serius musim ini.
Baca juga: “Gol Cepat David Da Silva Buat PSM Makassar Tertinggal 0-1 dari Malut United”



Leave a Reply