Rusia Resmi Bentuk Pasukan Drone

Rusia Resmi Bentuk Pasukan Drone Tempur untuk Perang Modern

Rusia Bentuk Pasukan Sistem Nirawak untuk Perang Drone Modern

articlewarriors.com –  Pemerintah Rusia secara resmi mengumumkan pembentukan cabang militer baru yang berfokus pada operasi drone tempur. Satuan ini dinamakan Pasukan Sistem Nirawak (Unmanned Systems Forces) dan menjadi bagian integral dari Angkatan Bersenjata Rusia. Langkah ini menandai perubahan besar dalam strategi pertahanan negara tersebut, yang semakin menitikberatkan pada teknologi otonom dalam peperangan modern.

Wakil Kepala Pasukan Sistem Nirawak, Sergey Ishtuganov, mengonfirmasi pembentukan satuan ini pada Kamis (13/11/2025), seperti dilansir Komsomolskaya Pravda.

“Baca juga: Ada 4 Waktu ‘Terlarang’ untuk Minum Kopi, Ini Dampaknya“ [2]

Tugas dan Pelatihan Pasukan Drone Rusia

Menurut Ishtuganov, operasi tempur pasukan baru ini akan dilakukan berdasarkan rencana terpadu dan berkoordinasi dengan unit militer lain.

Rusia diketahui telah lama mengembangkan sistem drone militer, terutama setelah intensitas konflik di Ukraina meningkat. Drone digunakan secara luas untuk pengawasan, peperangan elektronik, dan serangan udara jarak jauh. Pembentukan Pasukan Sistem Nirawak diharapkan memperkuat efisiensi dan koordinasi penggunaan teknologi tanpa awak di berbagai lini tempur.

Pasukan spesialis yang tergabung dalam unit ini saat ini tengah menjalani pelatihan di sejumlah institusi, termasuk lembaga pendidikan milik Kementerian Pertahanan serta universitas sipil yang memiliki program kerja sama militer.

Siapkan Lembaga Pendidikan Militer Khusus Drone

Untuk mendukung pengembangan jangka panjang, juga tengah menyiapkan pendirian lembaga pendidikan tinggi militer yang dikhususkan bagi Pasukan Sistem Nirawak.

Langkah ini menunjukkan keseriusan dalam membangun kapasitas tempur berbasis teknologi otonom. Pengamat militer menilai, pembentukan pasukan drone ini menandai era baru dalam doktrin militer , yang kini berfokus pada integrasi sistem nirawak dalam hampir seluruh operasi tempur.

Dengan perkembangan ini, berupaya menegaskan posisi sebagai salah satu kekuatan militer terdepan dalam perang modern berbasis teknologi. Ke depan, penggunaan drone diperkirakan akan semakin menentukan arah strategi global dalam menghadapi konflik berskala besar maupun operasi taktis di masa depan.

Putin Tegaskan Rusia Bentuk Pasukan Sistem Nirawak di Tengah Perang Ukraina

Presiden Vladimir Putin menegaskan bahwa negaranya tengah membentuk Pasukan Sistem Nirawak sebagai cabang terpisah dari angkatan bersenjata. Pengumuman tersebut disampaikan dalam pertemuan di Moskow pada Juni 2025, menandai komitmen untuk memperkuat kemampuan militernya di bidang teknologi otonom dan peperangan modern berbasis drone.

Putin menilai bahwa penggunaan sistem nirawak menjadi kebutuhan strategis di tengah dinamika perang yang terus berkembang. Langkah ini juga merupakan respons langsung terhadap meningkatnya peran drone dalam konflik Ukraina yang hingga kini belum menunjukkan tanda-tanda mereda. “Kami berfokus pada pengembangan sistem nirawak sebagai bagian penting dari masa depan angkatan bersenjata ,” ujar Putin dalam pernyataannya.

Drone telah memainkan peran krusial dalam perang antara dan Ukraina, digunakan untuk misi pengintaian, serangan jarak jauh, hingga operasi pertahanan udara. Konflik tersebut menjadi laboratorium nyata bagi kedua negara dalam menguji efektivitas teknologi nirawak di medan perang modern. Meskipun Presiden AS Donald Trump telah memimpin sejumlah upaya diplomatik untuk menghentikan perang, pertempuran di lapangan masih berlangsung tanpa jeda.

Menariknya, Ukraina lebih dulu membentuk Pasukan Sistem Nirawak pada Juni 2024, menjadikannya negara pertama di dunia yang memiliki unit militer khusus untuk operasi drone. Unit tersebut telah terbukti efektif dalam meningkatkan kemampuan pengawasan dan pertahanan udara Ukraina.

Dengan pembentukan pasukan serupa, Rusia kini berupaya menandingi sekaligus melampaui kemampuan Ukraina di bidang ini. Langkah tersebut menegaskan arah baru doktrin militer global, di mana perang masa depan akan sangat bergantung pada teknologi otonom, kecerdasan buatan, dan sistem tanpa awak untuk mengoptimalkan strategi tempur dan efisiensi operasional.

“Baca juga:Pulau Terpencil di Karibia, Rumah Bagi Binatang Eksotis dari Afrika” [2]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *