articlewarriors.com – Menteri Perhubungan (Menhub) Dudy Purwagandhi mengingatkan seluruh operator transportasi untuk selalu mengutamakan keselamatan penumpang, terutama di tengah potensi cuaca buruk yang diprediksi oleh Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG). Dalam keterangan resminya, Menhub mengungkapkan bahwa cuaca buruk diperkirakan akan terjadi hingga Senin (22/12), sehingga operator transportasi perlu meningkatkan kewaspadaan dalam mengelola operasionalnya.
Perkiraan Cuaca Buruk hingga 22 Desember 2025
Menhub Dudy Purwagandhi mengungkapkan bahwa menurut BMKG, potensi hujan dengan intensitas lebat hingga sangat lebat masih akan terjadi pada Minggu (21/12) hingga Senin (22/12). Oleh karena itu, Dudy meminta seluruh operator transportasi, baik yang bergerak di sektor darat, laut, udara, maupun perkeretaapian, untuk memastikan keselamatan penumpang dengan menyesuaikan jadwal dan memastikan kesiapan operasional menghadapi cuaca buruk.
Baca juga: “Purbaya Optimis Kenaikan Belanja Negara Bisa Kurangi Krisis Ekonomi Bencana”
“Kami mohon seluruh operator untuk siaga dan waspada terhadap cuaca buruk. Lakukan koordinasi intensif dengan BMKG sebelum melakukan perjalanan,” ujar Menhub Dudy dalam pernyataannya.
Hujan Lebat Terprediksi Menghantui Jalur Darat, Laut, dan Udara
Pada jalur darat, cuaca buruk dengan intensitas hujan lebat diprediksi akan terjadi di wilayah Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Timur, Nusa Tenggara Timur, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, hingga Papua Pegunungan. Mengingat potensi hujan lebat ini, Menhub meminta operator transportasi untuk berhati-hati dalam menjaga keselamatan penumpang dan kendaraan yang melintas.
Di jalur laut, BMKG memperkirakan hujan dengan intensitas sedang hingga lebat akan terjadi di sejumlah perairan, termasuk Perairan Utara Banten hingga Jawa Tengah, Laut Jawa bagian Barat dan Tengah, serta Selat Sunda bagian Utara. Selain itu, kondisi cuaca yang tidak menentu juga diprediksi akan terjadi di perairan lainnya, seperti Laut Natuna, Selat Karimata, dan Laut Sulawesi.
Sementara itu, pada sektor udara, Menhub juga mengingatkan operator penerbangan untuk memperhatikan prakiraan cuaca yang mungkin mempengaruhi kondisi penerbangan. Hal ini penting untuk mencegah kejadian yang tidak diinginkan di tengah cuaca yang buruk.
Kondisi Cuaca di Pelabuhan dan Terminal Penyeberangan
Dudy Purwagandhi juga memberikan perhatian khusus pada pelabuhan dan terminal penyeberangan. Berdasarkan prediksi cuaca dari BMKG, beberapa pelabuhan utama seperti Merak, Bakauheni, Ketapang, Gilimanuk, Padangbai, dan Lembar diperkirakan akan mengalami kondisi berawan hingga hujan ringan. Mengingat tingginya arus penumpang menjelang liburan Natal dan Tahun Baru, Menhub meminta operator untuk memastikan kesiapan pelayanan dan menjaga kenyamanan penumpang.
“Faktor keselamatan penumpang harus selalu diutamakan. Kami meminta operator untuk selalu berkoordinasi dengan pihak BMKG agar situasi dapat diantisipasi dengan baik,” tambah Menhub Dudy.
Utamakan Keselamatan, Jangan Memaksakan Keberangkatan
Menhub juga menekankan pentingnya keselamatan dalam setiap pengoperasian transportasi umum. Dia mengingatkan agar operator tidak memaksakan keberangkatan jika cuaca buruk dapat membahayakan keselamatan penumpang dan petugas di lapangan. “Utamakan keselamatan penumpang. Jangan memaksakan berangkat jika situasi cuaca tidak mendukung,” tegas Menhub.
Lebih lanjut, Dudy meminta agar penumpang dapat memahami situasi yang ada dan mengikuti arahan dari petugas di lapangan. Menhub juga mengingatkan bahwa jika ada penundaan jadwal keberangkatan, itu semata-mata demi keselamatan bersama. “Kami mohon pemahaman penumpang untuk dapat bersabar jika jadwal keberangkatan harus ditunda,” tambahnya.
Menyongsong Libur Natal dan Tahun Baru
Libur Natal dan Tahun Baru 2025 menjadi momentum penting bagi sektor transportasi, dengan meningkatnya arus perjalanan penumpang baik di dalam negeri maupun luar negeri. Mengingat potensi cuaca buruk yang bisa mempengaruhi operasional transportasi, Menhub berharap seluruh operator dapat lebih siaga dan menyesuaikan jadwal perjalanan dengan kondisi cuaca yang terjadi.
“Semua ini demi keselamatan bersama. Kami harap operator transportasi dapat melakukan evaluasi berkala dan menjamin kenyamanan bagi penumpang. Penerapan protokol keselamatan harus menjadi prioritas utama,” jelas Menhub.
Prioritaskan Keselamatan Penumpang
Pernyataan Menhub Dudy Purwagandhi menegaskan pentingnya keselamatan dalam pengoperasian transportasi di tengah cuaca buruk. Mengingat kondisi cuaca yang tidak menentu menjelang liburan, operator transportasi diminta untuk lebih waspada dan selalu mengutamakan keselamatan penumpang. Koordinasi yang baik antara operator dan BMKG sangat diperlukan untuk memastikan setiap perjalanan dilakukan dengan aman.
Ke depannya, operator transportasi diharapkan dapat menjaga kualitas pelayanan dan memberikan rasa aman serta nyaman bagi penumpang, terlebih di saat cuaca ekstrem yang bisa mempengaruhi keselamatan. Kewaspadaan, koordinasi, dan komunikasi yang efektif akan sangat membantu untuk menjaga kelancaran transportasi selama liburan Natal dan Tahun Baru 2025.
Baca juga: “Menhub Larang Truk Masuk Tol hingga 4 Januari 2026 Tanpa Window Time”



Leave a Reply