articlewarriors.com – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus mengembangkan penyidikan kasus dugaan korupsi proyek pengadaan iklan di Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten (Bank BJB). Dalam penyidikan ini, KPK menduga ada lebih dari satu wanita yang terlibat, terkait dengan mantan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil (RK). Dugaan ini terungkap dalam keterangan Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, pada Selasa (24/10), yang mengungkapkan bahwa pihaknya masih terus mendalami alur keterlibatan beberapa pihak dalam kasus ini.
“Mungkin ada. Ini masih terus didalami alirannya ke mana saja,” ujar Budi Prasetyo saat ditemui di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta. Meskipun demikian, Budi menekankan bahwa KPK belum bisa memberikan informasi lebih lanjut terkait identitas pihak-pihak yang terlibat, terutama wanita yang diduga terkait dengan RK dalam kasus ini.
Baca juga: “Menhub Ingatkan Operator Transportasi Pentingnya Keselamatan Penumpang”
KPK Belum Bisa Ungkapkan Secara Terbuka Terkait Penyidikan
Budi menambahkan bahwa penyidikan terhadap kasus dugaan korupsi pengadaan iklan ini masih berlangsung. “Sementara kita ikuti perkembangan penyidikannya, karena pasti kami akan sampaikan secara berkala dan transparan terkait dengan progres penegakan hukum tindak pidana korupsi, khususnya dalam perkara pengadaan iklan di BJB ini,” jelasnya.
Meskipun belum ada pengungkapan lebih lanjut mengenai keterlibatan pihak lain, pernyataan KPK ini menambah ketegangan dalam penyidikan yang melibatkan sejumlah pejabat tinggi Bank BJB, termasuk Ridwan Kamil yang pernah menjabat sebagai Gubernur Jawa Barat saat proyek pengadaan iklan ini dilaksanakan.
Lima Tersangka Ditunjuk dalam Kasus Korupsi Pengadaan Iklan Bank BJB
Penyidikan terkait dugaan korupsi di Bank BJB telah menetapkan lima orang tersangka pada Maret 2025. Tersangka-tersangka tersebut terdiri dari Direktur Utama Bank BJB Yuddy Renaldi (YR), Kepala Divisi Sekretaris Perusahaan sekaligus Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Bank BJB Widi Hartoto (WH), serta sejumlah pengendali agensi yang terlibat dalam proyek pengadaan iklan tersebut. Mereka adalah:
- Antedja Muliatama dan Cakrawala Kreasi Mandiri yang dikuasai oleh Ikin Asikin Dulmanan (IAD)
- BSC Advertising dan Wahana Semesta Bandung Ekspress yang dikuasai oleh Suhendrik (SUH)
- Cipta Karya Sukses Bersama yang dikuasai oleh Sophan Jaya Kusuma (SJK)
Kelima tersangka ini diduga terlibat dalam tindak pidana korupsi pengadaan iklan untuk Bank BJB antara tahun 2021 hingga 2023. Para tersangka tersebut diduga bekerja sama untuk melakukan manipulasi terkait pengadaan iklan yang mengakibatkan kerugian negara yang diperkirakan mencapai sekitar Rp222 miliar.
Penggeledahan Rumah Ridwan Kamil dan Penyitaan Barang Bukti
Pada 10 Maret 2025, KPK melakukan penggeledahan di rumah Ridwan Kamil, sebagai bagian dari penyidikan kasus dugaan korupsi ini. Dari hasil penggeledahan tersebut, KPK menyita beberapa barang bukti yang diduga terkait dengan proyek pengadaan iklan Bank BJB, termasuk kendaraan bermotor dan barang lainnya yang masih dalam proses penyelidikan lebih lanjut. KPK menegaskan bahwa semua barang bukti yang disita akan digunakan untuk mendalami lebih dalam keterlibatan berbagai pihak dalam kasus ini.
Ridwan Kamil Diperiksa sebagai Saksi oleh KPK
Pada 2 Desember 2025, Ridwan Kamil akhirnya memenuhi panggilan KPK sebagai saksi dalam kasus korupsi pengadaan iklan di Bank BJB. Pemeriksaan ini merupakan bagian dari proses penyidikan yang terus berlanjut, untuk mengetahui sejauh mana keterlibatan RK dalam proyek yang menjadi sorotan publik ini. Meskipun telah diperiksa, KPK belum memberikan keterangan lebih lanjut terkait hasil pemeriksaan RK.
Fokus KPK pada Pengungkapan Kasus yang Lebih Luas
KPK terus bekerja keras untuk mengungkap kasus ini dengan melibatkan berbagai pihak yang terkait, baik dari kalangan pejabat Bank BJB maupun pihak-pihak lain yang terlibat dalam pengadaan iklan tersebut. Kasus ini semakin menarik perhatian karena adanya dugaan keterlibatan beberapa pihak penting, termasuk wanita yang diduga memiliki hubungan dekat dengan Ridwan Kamil.
Namun, meskipun kasus ini semakin berkembang, Budi Prasetyo menegaskan bahwa KPK tetap akan mengedepankan transparansi dalam proses penyidikan. “Kami akan sampaikan informasi lebih lanjut sesuai dengan perkembangan yang ada. Kami berkomitmen untuk melakukan penegakan hukum yang bersih dan akuntabel,” tambah Budi.
Potensi Dampak Kasus Terhadap Kepercayaan Publik
Kasus korupsi yang melibatkan Bank BJB ini menjadi sorotan publik, mengingat jumlah kerugian negara yang cukup besar dan keterlibatan pihak-pihak penting. Penyidikan ini tidak hanya mengungkap dugaan korupsi di tingkat Bank BJB, tetapi juga menimbulkan pertanyaan lebih luas mengenai pengelolaan proyek pengadaan iklan dan transparansi anggaran yang melibatkan instansi pemerintah dan lembaga keuangan.
Publik dan para pengamat hukum berharap agar KPK dapat mengungkapkan secara tuntas siapa saja yang terlibat dalam skandal ini, serta memastikan bahwa keadilan ditegakkan bagi masyarakat. Jika terbukti ada keterlibatan lebih lanjut dari pihak-pihak lain, termasuk wanita yang diduga terlibat dalam kasus ini, diharapkan pihak berwenang dapat memberikan hukuman yang setimpal dan memberikan efek jera bagi pelaku korupsi lainnya.
Proses Hukum yang Berlanjut
KPK terus bekerja untuk mengungkap seluruh alur kasus korupsi ini, serta mengidentifikasi semua pihak yang terlibat, baik di tingkat Bank BJB maupun di luar itu. Dengan adanya dugaan keterlibatan lebih dari satu wanita terkait RK, proses hukum diharapkan dapat berjalan dengan transparan, dan para pelaku dapat dihukum sesuai dengan aturan yang berlaku.
Kepada publik, KPK mengingatkan untuk terus memantau perkembangan kasus ini dan memberikan dukungan pada upaya pemberantasan korupsi yang tengah dijalankan. Diharapkan, dengan adanya langkah-langkah hukum yang jelas, integritas sektor publik dapat terus dijaga, dan praktik-praktik korupsi dapat diminimalisir di masa depan.
Baca juga: “KPK respons peluang panggil Aura Kasih setelah periksa Ridwan Kamil”



Leave a Reply