Mantan Jaksa Militer Israel Ditangkap Usai Bocorkan Video Penyiksaan Tahanan Palestina
articlewarriors.com – Israel Tangkap Pengacara dilakukan pada Senin malam, 3 November 2025, dan langsung memicu polemik di tingkat nasional maupun internasional. Tomer-Yerushalmi sebelumnya sempat mengundurkan diri dari jabatannya dan menghilang selama beberapa jam sebelum akhirnya ditangkap.
Sementara itu, laporan Al Jazeera dari Ramallah menyebut insiden ini telah menimbulkan “badai politik dan hukum di Israel.” Sorotan publik kini justru lebih tertuju pada sang pembocor ketimbang kasus penyiksaan yang terekam dalam video tersebut.
“Baca juga: Wabah Bakteri Pemakan Daging di Jepang Cara Cegah Penularan” [2]
Video Bocoran Picu Sorotan Internasional atas Pelanggaran HAM Israel Israel Tangkap Pengacara
Penyiksaan terhadap tahanan Palestina telah lama dilaporkan oleh berbagai organisasi internasional, termasuk Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Sejak konflik Israel–Hamas pada Oktober 2023, jumlah kasus penyiksaan meningkat tajam. PBB mencatat sedikitnya 75 tahanan Palestina meninggal di penjara-penjara Israel sejak 7 Oktober 2023. Laporan Kementerian Kesehatan Palestina di Gaza juga menunjukkan bahwa banyak jenazah tahanan dikembalikan dengan luka bakar, kehilangan gigi, atau anggota tubuh yang hilang.
Israel Tangkap Pengacara Tomer-Yerushalmi dan Pejabat Lainnya Ditahan untuk Proses Hukum Lanjutan
Setelah penangkapannya, pengadilan Tel Aviv memerintahkan agar Tomer-Yerushalmi ditahan hingga Rabu siang untuk penyelidikan lebih lanjut. Ia diduga melakukan “penipuan, pelanggaran kepercayaan, penyalahgunaan jabatan, serta pengungkapan informasi rahasia oleh pejabat negara.” Mantan kepala jaksa militer Kolonel Matan Solomesh juga ditangkap dalam kasus yang sama dan dijadwalkan hadir di pengadilan pada hari Senin.
Menteri Keamanan Nasional Israel Itamar Ben-Gvir menyatakan bahwa pihak layanan penjara akan meningkatkan pengawasan terhadap tahanan guna memastikan keamanan di pusat penahanan tempat Tomer-Yerushalmi ditahan. Hingga kini, pemerintah belum mengungkapkan secara resmi dakwaan spesifik terhadapnya.
Kasus ini menyoroti meningkatnya tekanan terhadap kebebasan informasi dan transparansi di tubuh militer Israel. Para pemerhati HAM menilai penangkapan ini sebagai bentuk pembungkaman terhadap individu yang berusaha mengungkap pelanggaran sistematis terhadap tahanan Palestina. Dunia internasional kini menunggu langkah selanjutnya dari otoritas Israel terkait penyelidikan dan tanggung jawab hukum atas tindakan penyiksaan yang terungkap dalam video tersebut.
Tomer-Yerushalmi Mundur Usai Video Penyiksaan Tahanan Palestina Bocor
Mayor Jenderal Yifat Tomer-Yerushalmi, mantan jaksa militer Israel, mengundurkan diri pada Jumat sambil menunggu penyelidikan atas video yang bocor dari pangkalan militer Sde Teiman. Rekaman tersebut memperlihatkan tindakan kekerasan terhadap tahanan Palestina selama perang di Gaza, yang memicu kecaman internasional.
Kasus ini bermula Agustus 2024 saat Channel 12 Israel menyiarkan rekaman dari Sde Teiman, fasilitas penahanan warga Palestina. Video pengawasan menunjukkan tentara melakukan penganiayaan di balik perisai, sehingga tindakan itu tidak sepenuhnya terekam secara eksplisit. Media Israel dan internasional memuat rekaman ini, memicu protes luas dan kritik terhadap praktik militer Israel.
Militer Israel menyatakan pada Februari bahwa lima tentara cadangan telah didakwa melakukan penganiayaan terhadap tahanan. Tindakan yang dilakukan pada 5 Juli 2024 itu termasuk menusuk bokong tahanan dengan benda tajam, menimbulkan cedera serius seperti tulang rusuk retak, paru-paru bocor, dan robekan rektum. Dakwaan menyebut penganiayaan terjadi saat penggeledahan tahanan di pangkalan tersebut.
Perdana Menteri Benjamin Netanyahu mengecam kebocoran video dalam pernyataan pasca-rapat kabinet pada Minggu. Ia menyebut insiden ini sebagai “serangan hubungan masyarakat paling parah” terhadap Israel dalam sejarah negara itu. Pemerintah menekankan bahwa fokus publik harus tetap pada penyelidikan dan akuntabilitas terhadap para tentara yang terlibat.
Insiden ini memperlihatkan kompleksitas pengawasan militer dan transparansi di Israel. Para pengamat menilai kasus ini menjadi ujian bagi kredibilitas lembaga militer serta komitmen Israel terhadap hukum humaniter internasional. Penanganan selanjutnya terhadap dakwaan para tentara cadangan dan tindakan pencegahan di fasilitas penahanan menjadi sorotan publik dan internasional.
“Simak juga: Menteri Keuangan Sri Mulyani Bijaklah dalam Merespons Ajakan Investasi Influencer“ [4]




Leave a Reply