Gunung Kerinci Alami Peningkatan Aktivitas, Pendakian Ditutup

articlewarriors.com – Seksi Pengelolaan Taman Nasional (SPTN) Wilayah I Balai Besar Taman Nasional Kerinci Seblat (BBTNKS) menghentikan sementara pendakian Gunung Kerinci. Langkah ini dilakukan menyusul meningkatnya aktivitas kegempaan yang terekam oleh Badan Geologi melalui Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) pada Minggu, 4 Januari 2026.

Kepala SPTN Wilayah I BBTNKS, David, menegaskan bahwa mulai Selasa, 6 Januari 2026, tidak ada aktivitas pendakian yang diperbolehkan. Sejak terjadinya peningkatan aktivitas vulkanik, pihaknya telah mengimbau masyarakat dan pengunjung untuk menunda pendakian hingga ada informasi terbaru.

“Saat ini kami menghimbau untuk tidak melakukan pendakian Gunung Kerinci dulu, sampai ada pemberitahuan selanjutnya,” kata David, Senin.

Peningkatan Aktivitas Gempa Vulkanik

Laporan PVMBG menyebutkan bahwa pada 4 Januari 2026 mulai pukul 11.33 hingga 15.06 WIB, Gunung Kerinci mengalami peningkatan gempa Vulkanik Dangkal dan Dalam.

Jumlah kejadian yang tercatat adalah:

  • 101 Gempa Vulkanik Dangkal
  • 14 Gempa Vulkanik Dalam
  • 27 Gempa Hembusan, 26 Gempa Frekuensi Rendah
  • 21 Gempa Hybrid, 21 Gempa Tektonik Lokal
  • 1 Gempa Tektonik Jauh, 1 Gempa Terasa dengan intensitas II MMI

Nilai (S-P) gempa Vulkanik Dalam tercatat antara 1 hingga 2,3 detik, menurun dibanding kenaikan gempa pada 31 Desember 2025. Penurunan ini menunjukkan fluida dominan gas di kedalaman telah mulai bermigrasi ke permukaan.

Baca juga: “Penumpang Pilih KA Joglosemarkerto sebagai Favorit Nataru”

Pengamatan visual ke arah kawah puncak hingga pukul 15.19 WIB menunjukkan tidak adanya hembusan gas yang melewati dinding kawah. Namun, grafik Real-time Seismic Amplitude Measurement (RSAM) menunjukkan fluktuasi energi gempa dengan pola kenaikan drastis di akhir periode, diduga terkait Gempa Terasa.

Rekomendasi Mitigasi dan Level Waspada

PVMBG menetapkan tingkat aktivitas Gunung Kerinci Level II (Waspada). Rekomendasi penting yang dikeluarkan antara lain:

  • Masyarakat dan wisatawan dilarang mendekati radius 3 km dari kawah puncak.
  • Aktivitas di sekitar kawasan puncak harus dihentikan hingga informasi resmi berikutnya.
  • Potensi bahaya termasuk gas vulkanik dengan konsentrasi tinggi dan lontaran batuan pijar.

SPTN Wilayah I bekerja sama dengan PVMBG, BNPB, BMKG, kementerian, pemerintah daerah, dan instansi terkait untuk memantau kondisi gunung secara intensif. Masyarakat diminta mematuhi arahan resmi dan tidak menyebarkan atau percaya informasi yang belum diverifikasi.

“Pengamatan lebih intensif akan dilakukan untuk mengantisipasi kenaikan jumlah Gempa Vulkanik Dalam dan Dangkal, terutama jika disertai tremor besar atau perubahan visual kawah,” tulis laporan PVMBG.

Pandangan dan Langkah Kedepan

Penghentian sementara pendakian Gunung Kerinci merupakan langkah antisipatif untuk melindungi keselamatan pengunjung. Langkah ini menegaskan pentingnya mitigasi berbasis data ilmiah dan koordinasi antarinstansi.

Masyarakat diimbau tetap tenang, mengikuti informasi resmi dari PVMBG dan SPTN, serta siap menghadapi kemungkinan peningkatan aktivitas vulkanik. Monitoring intensif dan kepatuhan publik menjadi kunci mencegah risiko jiwa dan kerusakan materiil.

Dengan upaya koordinasi ini, potensi bahaya Gunung Kerinci dapat diantisipasi lebih cepat, sekaligus menjaga keamanan wisatawan dan penduduk sekitar.

Baca juga: “Gunung Merapi Erupsi, Badan Geologi Beri Peringatan Hal Ini”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *