articlewarriors.com – Sebanyak delapan pedagang di sekitar Taman Makam Pahlawan (TMP) Kalibata, Jakarta Selatan, terpaksa gulung tikar setelah kericuhan beberapa pekan lalu menewaskan dua orang penagih utang (debt collector). Peristiwa itu tidak hanya menimbulkan korban jiwa, tetapi juga mengganggu aktivitas ekonomi di kawasan tersebut.
Henny Maria, salah satu pemilik kios yang terdampak, mengatakan bahwa dari 37 kios terdampak, 20 kios belum menerima bantuan memadai untuk membangun kembali usahanya. “Sebagian besar masih banyak yang terkendala. Intinya, kami harus menambah modal lagi untuk membuka lapak baru dari awal,” kata Henny kepada wartawan di Kalibata, Senin.
Dampak Langsung Terhadap Pedagang
Kericuhan yang menelan dua korban jiwa ini telah membuat delapan tenda pedagang rusak parah dan tidak bisa digunakan lagi. Henny menjelaskan bahwa ia dan rekan pedagang lainnya harus mengatur ulang strategi modal serta tenaga agar bisa kembali berjualan. Ia menambahkan, mereka berharap bantuan yang pernah dijanjikan bisa segera direalisasikan untuk meringankan beban pemulihan.
Pedagang yang telah berdagang selama tiga tahun di kawasan Kalibata ini juga masih menjalankan kewajiban hukum, yaitu memenuhi panggilan Polda Metro Jaya guna memberikan keterangan terkait kericuhan tersebut. Henny menekankan pentingnya dukungan dari berbagai pihak agar kejadian serupa tidak terulang dan tidak merugikan pedagang lain.
Baca juga: “Menko Pangan Periksa Kualitas Gizi MBG dan Keamanan Pangan Wonosobo”
Kerugian Materi dan Bantuan yang Dibutuhkan
Menurut data yang dihimpun, kerugian materi akibat kericuhan mencapai sekitar Rp1,2 miliar. Kerusakan yang dialami sebagian besar berupa tenda yang hangus, kios yang terbakar, dan inventaris dagangan yang hilang. Mayoritas pedagang membutuhkan bantuan dana dan sarana untuk bisa kembali berjualan.
Henny berharap pemerintah, lembaga sosial, dan pihak terkait segera memberikan dukungan nyata bagi para pedagang. Bantuan ini dinilai penting agar mereka bisa pulih lebih cepat dan menstabilkan perekonomian mikro di Kalibata.
Upaya Pemulihan dan Pencegahan Kejadian Serupa
BPBD dan aparat keamanan setempat telah memperketat pengawasan di sekitar Kalibata untuk mencegah eskalasi kericuhan lebih lanjut. Selain itu, pedagang dihimbau untuk tetap mematuhi aturan dan prosedur keamanan selama beraktivitas di area yang rawan konflik.
Henny menekankan, dukungan masyarakat dan pihak terkait akan membantu pedagang pulih, mencegah anarkisme, serta memperkuat rasa aman. Ia berharap koordinasi antara pemerintah, kepolisian, dan pedagang bisa meminimalkan potensi konflik di masa depan.
Kejadian di Kalibata menunjukkan pentingnya perlindungan hukum dan sosial bagi pedagang di kawasan padat penduduk. Selain bantuan finansial, pendekatan edukasi, koordinasi keamanan, dan sistem komunikasi yang baik antar pihak juga diperlukan. Pemulihan ekonomi mikro di Kalibata dapat menjadi model bagi penanganan dampak kerusuhan di lokasi lain.
Dengan penanganan cepat, dukungan yang tepat, serta kesadaran masyarakat, pedagang yang terdampak di Kalibata diharapkan bisa kembali membuka usaha, menjaga stabilitas ekonomi, dan mengurangi risiko kerugian di masa mendatang.
Baca juga: “Redam Kericuhan, Kapolres Bogor Temui Langsung Massa Demo di Cigudeg”




Leave a Reply