100 Pemuda Yahukimo Bergabung dengan Kelompok KKB

articlewarriors.com – Kepala Operasi Satgas Damai Cartenz, Brigjen Pol. Faizal Rahmadani, mengungkapkan bahwa sekitar 100 pemuda di Dekai, Kabupaten Yahukimo, Papua, direkrut menjadi anggota Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB).

Perekrutan ini diduga untuk memperkuat keberadaan KKB di wilayah Pegunungan Papua. Mayoritas pemuda yang direkrut berusia di bawah 21 tahun.

“Pemuda yang direkrut untuk menjadi anggota KKB rata-rata berusia di bawah 21 tahun,” kata Faizal Rahmadani dalam konferensi pers di Jayapura, Rabu.

Baca juga: “BNN Batang Razia Tiga Tempat Hiburan Malam”

Kronologi Terungkapnya Perekrutan

Terungkapnya perekrutan ini bermula dari penangkapan sejumlah anggota KKB oleh Satgas Damai Cartenz, termasuk Junior Bocor Sobolim, yang tewas saat hendak ditangkap di Dekai pada 6 November 2025.

Setelah penangkapan itu, Satgas melakukan pendalaman hingga diketahui bahwa 100 pemuda telah direkrut. Perekrutan ini diyakini menargetkan pemuda yang tidak bersekolah dan tidak memiliki pekerjaan, sehingga mudah terpengaruh KKB.

“Para pemuda yang direkrut itu diduga tidak bersekolah dan tidak memiliki pekerjaan sehingga mudah terpengaruh,” ujar Faizal.

Dampak Keamanan dan Statistik Korban

Wilayah Yahukimo menjadi salah satu titik dengan gangguan keamanan tertinggi di Papua. Data Polda Papua menunjukkan, konflik yang melibatkan KKB di daerah itu telah menelan 35 korban jiwa.

Faizal Rahmadani menekankan bahwa fenomena ini harus menjadi perhatian bersama. Ia menyatakan, penegakan hukum tetap dilakukan, namun perlu pendekatan humanis untuk membuka peluang produktif bagi pemuda.

“Ke depan, hal itu akan mendapat perhatian agar mereka diberi kesempatan untuk berkarya melalui pelatihan yang melibatkan pemda dan stakeholder, selain penegakan hukum,” tambah Faizal.

Strategi Penanganan dan Pencegahan

Satgas Damai Cartenz menilai pendekatan terpadu diperlukan untuk menekan pengaruh KKB. Strategi yang diterapkan mencakup penguatan keamanan, edukasi, dan pelatihan bagi pemuda di wilayah terdampak.

Langkah-langkah tersebut bertujuan mengurangi risiko perekrutan pemuda oleh kelompok bersenjata dan memulihkan stabilitas sosial.

Selain itu, Satgas bekerja sama dengan pemerintah daerah dan lembaga lokal untuk menyediakan program pendidikan dan keterampilan. Program ini diharapkan dapat memberi alternatif penghidupan sehingga pemuda tidak mudah terjerumus dalam kekerasan.

Kasus perekrutan 100 pemuda Yahukimo menjadi peringatan bagi semua pihak tentang pentingnya keterlibatan pemerintah, tokoh masyarakat, dan aparat keamanan.

Faizal menegaskan, kombinasi antara penegakan hukum dan program pembinaan akan menjadi kunci menekan pengaruh KKB. Pihaknya optimistis, dengan pendekatan yang terkoordinasi, keamanan wilayah dapat kembali stabil, sekaligus memberikan kesempatan pemuda untuk berkontribusi positif bagi masyarakat.

Baca juga: “Aksi Kekerasan KKB Papua Sepanjang 2025 Tewaskan 94 Orang, Kapolda Dorong Pendekatan Humanis”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *