articlewarrior.com – Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, menyatakan keyakinannya bahwa peningkatan belanja negara akan membantu meredam dampak ekonomi akibat bencana banjir dan longsor yang melanda beberapa daerah di Sumatera. Menurutnya, meskipun bencana tersebut diperkirakan mengurangi pertumbuhan ekonomi sebesar 0,1–0,2 persen, peningkatan belanja yang cepat dan efisien dapat mempercepat pemulihan ekonomi.
Purbaya Optimis Belanja Negara Dapat Redam Dampak Ekonomi Bencana
Purbaya menambahkan bahwa meskipun bencana yang terjadi di Sumatera, khususnya di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat, dapat berdampak pada penurunan pertumbuhan ekonomi nasional, pemerintah telah mengambil langkah strategis untuk mengurangi dampaknya. “Mudah-mudahan jika uangnya cepat sampai ke daerah bencana, itu bisa mengurangi dampak negatif dari bencana,” ujar Purbaya di kantor Kementerian Keuangan, Jakarta, Kamis (28/12).
Baca juga: “Yaqut Cholil Qoumas Klaim Pembagian Kuota Haji Demi Kemaslahatan Jemaah”
Menanggapi proyeksi pertumbuhan ekonomi yang sedikit menurun, Purbaya yakin dana yang dialokasikan untuk penanggulangan bencana dapat mempercepat pemulihan. Purbaya telah menyiapkan anggaran sebesar Rp60 triliun yang berasal dari hasil efisiensi belanja kementerian dan lembaga (K/L) untuk mendukung penanggulangan bencana di Sumatera.
Dana Rp60 Triliun Dialokasikan untuk Penanggulangan Bencana
Menurut Purbaya, dana sebesar Rp60 triliun ini akan dialihkan ke anggaran penanggulangan bencana di wilayah yang paling terdampak, yaitu Sumatera. Purbaya berharap dengan aliran dana yang lebih cepat ke daerah-daerah terdampak, dampak negatif dari bencana ini bisa lebih terkendali.
“Saya tergantung seberapa cepat uang kita mengalir ke daerah-daerah bencana itu. Harusnya sih cukup banyak (dampaknya) kalau dihitung betul ya,” jelas Purbaya.
Proses distribusi dana tersebut akan menjadi faktor kunci untuk mengurangi dampak bencana terhadap ekonomi lokal dan nasional. Purbaya menekankan pentingnya agar dana tersebut bisa segera dimanfaatkan oleh daerah untuk melakukan rehabilitasi dan rekonstruksi.
Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi Masih Stabil di 5,5 Persen
Meskipun ada gangguan akibat bencana, Purbaya tetap mempertahankan proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia untuk kuartal IV 2025 sebesar 5,5 persen. Untuk pertumbuhan ekonomi sepanjang tahun 2025, Purbaya memprediksi angka sedikit lebih rendah, yakni sekitar 5,2 persen, meskipun ia menyadari adanya tantangan yang mempengaruhi kinerja ekonomi.
“Harusnya bisa lebih cepat, cuma ada gangguan sedikit. Tapi sudah kami beresin,” tambah Purbaya tanpa merinci lebih lanjut mengenai gangguan yang dimaksud. Meski demikian, ia memastikan bahwa intervensi yang dilakukan terhadap ekonomi sudah berada dalam kendali pemerintah.
Menghidupkan Mesin Ekonomi: Sinkronisasi Fiskal dan Moneter
Selain penanganan bencana, Purbaya juga menyebutkan bahwa pemerintah telah berupaya menghidupkan seluruh mesin ekonomi yang ada, termasuk sektor fiskal dan moneter. Purbaya mengungkapkan bahwa kebijakan fiskal yang diterapkan telah semakin sinkron dengan kebijakan moneter yang dijalankan Bank Indonesia (BI).
“Iklim investasi akan diperbaiki. Saya tetap melihat 6 persen bukan angka yang mustahil untuk tahun 2026, walaupun asumsi kami di 5,4 persen,” ujar Purbaya. Purbaya optimis bahwa dengan perbaikan iklim investasi, pertumbuhan ekonomi Indonesia bisa kembali pulih dengan angka yang lebih tinggi pada 2026.
Prediksi BI: Dampak Bencana Mengurangi Pertumbuhan Ekonomi 0,017 Persen
Sebelumnya, Bank Indonesia (BI) memprediksi bahwa bencana banjir dan longsor yang terjadi di beberapa provinsi di Sumatera akan berdampak pada penurunan pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 0,017 persen. Deputi Gubernur BI, Aida S. Budiman, dalam konferensi pers Rapat Dewan Gubernur (RDG) BI Desember 2025, menjelaskan bahwa angka ini diperoleh dari asesmen sementara berdasarkan hilangnya aktivitas ekonomi selama 32 hari akibat bencana tersebut.
Namun, meskipun dampak ekonomi bencana diperkirakan ada, Purbaya menegaskan bahwa langkah-langkah yang diambil pemerintah dalam meningkatkan belanja negara dan mempercepat distribusi bantuan akan berfungsi sebagai penyeimbang yang dapat mempercepat pemulihan ekonomi, baik di daerah yang terdampak maupun secara keseluruhan di Indonesia.
Optimisme Pemulihan Ekonomi Pasca Bencana
Meskipun bencana banjir dan longsor di Sumatera mengancam pertumbuhan ekonomi, langkah-langkah pemulihan yang telah disiapkan oleh pemerintah melalui peningkatan belanja negara dan alokasi dana penanggulangan bencana dapat mempercepat pemulihan. Dana sebesar Rp60 triliun yang dialokasikan untuk daerah terdampak diharapkan dapat mempercepat proses rehabilitasi dan rekonstruksi infrastruktur penting yang rusak.
Purbaya juga mengungkapkan bahwa mesin ekonomi Indonesia telah kembali dihidupkan, dengan koordinasi yang lebih baik antara kebijakan fiskal dan moneter. Dengan optimisme yang tinggi, Purbaya yakin bahwa proyeksi pertumbuhan ekonomi untuk 2026, yang diperkirakan mencapai 6 persen, masih dalam jangkauan meskipun ada tantangan di tahun 2025.
Pemerintah terus berkomitmen untuk merespons bencana dengan cepat dan memastikan bahwa upaya pemulihan akan memberikan dampak positif terhadap pertumbuhan ekonomi secara keseluruhan.
Baca juga: “Menohok Rocky Gerung Sindir Purbaya Kuliah Lama Ekonomi 7 Semester: Ilmu Mudah, Ngapain?”



Leave a Reply