Menko Pangan Periksa Kualitas Gizi MBG dan Keamanan Pangan Wonosobo

articlewarriors.com – Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan (Zulhas), meninjau Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kalikajar di Kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah.
Kunjungan ini bertujuan memastikan standar gizi, keamanan pangan, dan ketepatan penyaluran Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Zulhas menekankan bahwa program MBG bukan sekadar pembagian makanan, tetapi juga memastikan kualitas dan sasaran tepat di lapangan.
“Program ini bukan hanya soal pembagian makanan, tetapi memastikan gizi, keamanan, dan ketepatan sasaran benar-benar terjaga,” kata Zulhas, Sabtu, Jakarta.

Fokus Peninjauan: Produksi, Distribusi, dan Standar Pangan

Peninjauan difokuskan pada kesiapan operasional SPPG sebagai dapur layanan MBG, mencakup proses produksi, distribusi, serta standar higiene, sanitasi, dan kehalalan pangan.
SPPG Kalikajar mulai beroperasi sejak 13 Oktober 2025 dan saat ini melayani 2.222 penerima manfaat, termasuk siswa sekolah, ibu hamil, dan ibu menyusui di wilayah sekitar.

Pada hari kunjungan, SPPG menyalurkan makanan bergizi kepada 1.584 siswa serta 133 ibu hamil dan menyusui, dengan menu yang disesuaikan kebutuhan gizi masing-masing kelompok.
Zulhas menekankan, SPPG harus menjadi titik kendali kualitas, dari bahan baku, proses pengolahan, hingga penerimaan makanan oleh penerima manfaat.

Baca juga: “Panen Raya 2025, Prabowo Siap Umumkan Swasembada Beras”

Sertifikasi dan Evaluasi Rutin untuk Menjaga Standar

Dari sisi kelayakan layanan, SPPG Kalikajar telah mengantongi Sertifikat Laik Higiene Sanitasi dan sertifikat halal, sebagai prasyarat operasional dapur MBG.
Zulhas menegaskan pengawasan dan evaluasi rutin di tingkat SPPG menjadi kunci agar pelaksanaan MBG berjalan konsisten dan berkelanjutan.
“Evaluasi terus dilakukan agar tidak ada penurunan kualitas, baik dari sisi gizi, keamanan pangan, maupun distribusi,” ujarnya.

Kunjungan Menko Pangan juga mencakup SD Negeri 2 Simbang, untuk melihat langsung penyaluran MBG kepada siswa penerima manfaat.
Langkah ini memastikan makanan yang diterima sesuai dengan standar gizi dan higienitas yang ditetapkan pemerintah.

Dampak Program MBG terhadap Kualitas Gizi dan Kesehatan

Program MBG bertujuan langsung meningkatkan kualitas gizi, kesehatan, dan kesiapan sumber daya manusia sejak usia sekolah.
Peningkatan gizi pada anak-anak sekolah terbukti mendukung kemampuan belajar, daya tahan tubuh, dan pertumbuhan fisik optimal.
Data Kementerian Pangan menunjukkan anak yang menerima program MBG memiliki risiko stunting lebih rendah dan performa akademik meningkat.

Selain itu, pengawasan ketat di SPPG membantu meminimalkan risiko pangan tidak aman dan memastikan distribusi makanan tepat sasaran.
SPPG Kalikajar berfungsi sebagai model operasional dapur MBG yang bisa direplikasi di wilayah lain di Indonesia.

Komitmen Menko Pangan untuk Keamanan dan Kualitas MBG

Kunjungan Menko Pangan ke Wonosobo menegaskan komitmen pemerintah dalam memastikan program MBG berjalan berkualitas dan aman.
Pengawasan ketat, sertifikasi standar pangan, dan evaluasi rutin menjadi kunci keberhasilan program ini.
Ke depan, pemerintah menargetkan peningkatan cakupan MBG untuk mendukung kesehatan generasi muda, memastikan standar gizi dan keamanan pangan tetap terjaga secara nasional.

Program MBG di Wonosobo menjadi contoh praktik terbaik yang menggabungkan distribusi makanan bergizi, keamanan pangan, dan pemantauan ketat untuk hasil maksimal.
Dengan langkah-langkah ini, pemerintah berharap program MBG dapat memberikan dampak jangka panjang pada kesehatan, gizi, dan kesiapan anak-anak Indonesia.

Baca juga: “Ada Siapa di Balik MBG? : Patronase Politik dalam Memperkuat Dukungan”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *